Info Lingkungan

Info Lingkungan

3 min read624

Presiden dan NU: Menjaga Tradisi Kebangsaan dan Persatuan

Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menghadiri Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Stadion Gajayana, Kota Malang, Jawa Timur pada Minggu (8/2/2026). Kehadiran Presiden dalam perayaan satu abad organisasi Islam terbesar di Indonesia ini menegaskan sinergi kebangsaan antara negara dan ulama, sambil memperkokoh nilai persatuan di tengah keberagaman.

O

OP Admin

Published in Info Lingkungan

Loading...
Presiden dan NU: Menjaga Tradisi Kebangsaan dan Persatuan

Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menghadiri Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Stadion Gajayana, Kota Malang, Jawa Timur pada Minggu (8/2/2026). Kehadiran Presiden dalam perayaan satu abad organisasi Islam terbesar di Indonesia ini menegaskan sinergi kebangsaan antara negara dan ulama, sambil memperkokoh nilai persatuan di tengah keberagaman.

Lebih dari 100 Ribu Jemaah Hadir

Acara yang merupakan puncak rangkaian Hari Lahir NU ke-100 ini diikuti oleh lebih dari 100 ribu jemaah dari berbagai daerah, yang memadati stadion sejak pagi hari. Presiden Prabowo tiba sekitar pukul 06.45 WIB, mengenakan baju koko putih dan peci hitam, dan disambut antusias oleh warga Nahdliyin, tokoh NU, serta pejabat negara lain yang hadir.

Meneguhkan Nilai Persatuan dan Moderasi Beragama

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kiprah NU selama satu abad dalam menjaga tradisi Islam Ahlussunnah wal Jamaah dan memupuk nilai kebangsaan. Ia menekankan bahwa NU telah menjadi pilar penting dalam memperkuat persatuan bangsa, menjunjung harmonisasi antara berbagai elemen masyarakat Indonesia.

Tema Mujahadah Kubro mencerminkan semangat doa bersama untuk bangsa — memperkokoh nilai moral, toleransi, serta gotong royong dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara di tengah tantangan global saat ini.

Komitmen Pemerintah untuk Kesejahteraan Umat

Tidak hanya hadir secara fisik, Presiden Prabowo juga menyampaikan beberapa komitmen strategis kepada warga NU dan masyarakat luas. Salah satu sorotan utama adalah tekad pemerintah untuk menurunkan biaya ibadah haji bagi jemaah Indonesia. Dalam sambutannya, Prabowo mengungkapkan bahwa pemerintah akan memanfaatkan hak atas lahan di Kota Suci Mekkah, Arab Saudi untuk membangun Kampung Haji Indonesia yang akan meningkatkan kualitas hunian dan layanan bagi jemaah sejak keberangkatan hingga di Tanah Suci.

Langkah ini diharapkan dapat membantu mengendalikan dan menurunkan biaya operasional haji yang selama ini menjadi beban bagi banyak keluarga muslim Indonesia. Pemerintah menargetkan pembangunan Kampung Haji Indonesia rampung dalam tiga tahun mendatang, dimulai dengan penyediaan sekitar 1.000 kamar untuk jamaah.

Harmoni Ulama–Umara sebagai Fondasi Bangsa

Keikutsertaan Presiden Prabowo dalam Mujahadah Kubro juga dipandang sebagai ekspresi hubungan yang harmonis antara ulama (nahdliyin) dan umara (pemerintah). Ketua PWNU Jawa Timur, KH. Abdul Hakim Mahfudz, menyatakan bahwa momentum satu abad NU bukan sekadar perayaan, tetapi refleksi historis atas kontribusi NU dalam perjalanan bangsa Indonesia. Kehadiran Presiden di tengah jamaah menjadi simbol nyata bahwa sinergi ulama dan negara menjadi modal penting untuk menghadapi berbagai tantangan bangsa di masa depan.

Suasana Khidmat dan Semangat Persatuan

Acara Mujahadah Kubro dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan doa bersama, yang menciptakan suasana khidmat penuh kedamaian. Ribuan jamaah melantunkan zikir dan doa, mencerminkan semangat persatuan yang kuat di tengah Indonesia yang majemuk. Persatuan ini menjadi landasan moral bersama untuk membangun Indonesia yang adil, makmur, dan berdaulat.

Kesimpulan

Kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam Mujahadah Kubro Satu Abad NU bukan hanya momentum seremonial, melainkan pernyataan komitmen pemerintah dalam memperkuat tradisi kebangsaan, moderasi beragama, dan persatuan nasional. Melalui dialog bersama ulama dan tokoh masyarakat, negara dan organisasi keagamaan bersatu dalam memperkuat fondasi moral bangsa — sebuah pesan penting di tengah dinamika sosial politik domestik.

Login to react

Comments (0)

Please log in to leave a comment

No comments yet. Be the first to share your thoughts!

Related Articles