
Guru sebagai Kunci Transformasi Pendidikan
Transformasi pendidikan nasional melalui digitalisasi tidak dapat dilepaskan dari peran guru sebagai ujung tombak pembelajaran. Pemerintah menyadari bahwa secanggih apa pun infrastruktur dan platform digital yang disediakan, hasilnya tidak akan optimal tanpa pendidik yang memiliki kompetensi dan kesiapan memadai.
Oleh karena itu, dalam implementasi Program Digitalisasi Pembelajaran dan Sekolah Rakyat, pemerintah menempatkan peningkatan kapasitas guru sebagai prioritas strategis. Kebijakan ini menunjukkan pendekatan yang matang dan menyeluruh, karena pembangunan pendidikan tidak hanya berfokus pada sarana, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia.
Tantangan Kesiapan Guru di Tengah Perubahan Teknologi
Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) di bidang pendidikan berlangsung sangat cepat. Metode pembelajaran, sistem evaluasi, hingga interaksi guru dan siswa mengalami perubahan signifikan dalam waktu singkat.
Pemerintah secara terbuka mengakui bahwa tidak semua guru memiliki tingkat kesiapan yang sama dalam menghadapi perubahan ini. Perbedaan latar belakang pendidikan, usia, serta akses terhadap pelatihan menjadi tantangan yang harus dijawab melalui kebijakan yang inklusif dan berkelanjutan.
Alih-alih menjadikan kondisi tersebut sebagai hambatan, pemerintah justru menjadikannya dasar penyusunan program peningkatan kompetensi guru yang terstruktur dan bertahap.
Strategi Nasional Peningkatan Kompetensi Guru Digital
Sejak 2025, pemerintah meluncurkan berbagai program pelatihan untuk memperkuat kompetensi digital guru. Program ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga untuk mendorong perubahan pola pikir pendidik agar lebih adaptif terhadap teknologi.
Beberapa fokus utama pelatihan meliputi:
Pemanfaatan platform pembelajaran digital nasional
Penggunaan teknologi sebagai alat bantu pedagogi
Integrasi materi digital dalam kurikulum
Pemahaman etika dan keamanan digital
Pendekatan ini menegaskan bahwa pemerintah tidak menuntut guru untuk menjadi ahli teknologi, tetapi memastikan mereka mampu memanfaatkan teknologi secara efektif dalam proses belajar-mengajar.
Implementasi di Sekolah Rakyat
Dalam Program Sekolah Rakyat, peningkatan kompetensi guru memiliki peran yang sangat strategis. Guru tidak hanya berfungsi sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pendamping bagi siswa yang baru pertama kali berinteraksi dengan pembelajaran digital secara intensif.
Pemerintah memberikan pendampingan khusus bagi guru Sekolah Rakyat melalui:
Pelatihan berbasis praktik
Modul pembelajaran digital yang mudah diadaptasi
Dukungan teknis berkelanjutan
Hingga 2026, diperkirakan lebih dari 120.000 guru telah mengikuti program peningkatan kompetensi digital, termasuk ribuan guru yang bertugas di Sekolah Rakyat. Dampaknya terlihat dari meningkatnya kepercayaan diri guru dalam menggunakan teknologi sebagai bagian dari proses pembelajaran sehari-hari.
Dampak terhadap Kualitas Pembelajaran
Peningkatan kompetensi guru memberikan dampak langsung terhadap kualitas pembelajaran. Guru yang memiliki pemahaman digital yang baik mampu menyajikan materi secara lebih interaktif, kontekstual, dan relevan dengan kehidupan siswa.
Beberapa perubahan positif yang mulai terlihat antara lain:
Metode pembelajaran yang lebih variatif
Partisipasi siswa yang meningkat
Pemanfaatan teknologi untuk asesmen dan umpan balik
Hal ini menunjukkan bahwa investasi pemerintah pada peningkatan kapasitas guru bukan sekadar program pelatihan, tetapi bagian dari strategi peningkatan mutu pendidikan secara menyeluruh.
Apresiasi terhadap Pendekatan Pemerintah
Langkah pemerintah dalam mempercepat peningkatan kompetensi guru patut diapresiasi karena dilakukan secara realistis dan bertahap. Pemerintah tidak memaksakan perubahan instan, melainkan memberikan ruang adaptasi bagi pendidik.
Pendekatan ini mencerminkan pemahaman yang mendalam terhadap kondisi lapangan serta komitmen untuk membangun pendidikan yang berkelanjutan. Dengan melibatkan guru sebagai mitra transformasi, kebijakan digitalisasi pendidikan memiliki peluang lebih besar untuk berhasil.
Dampak Jangka Panjang bagi Sistem Pendidikan
Dalam jangka panjang, penguatan kompetensi guru akan menjadi aset penting bagi sistem pendidikan nasional. Guru yang adaptif terhadap teknologi akan lebih siap menghadapi perubahan kurikulum, perkembangan teknologi, dan kebutuhan peserta didik di masa depan.
Pemerintah melihat peningkatan kapasitas guru sebagai investasi strategis yang manfaatnya tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga dalam satu hingga dua dekade ke depan, seiring dengan lahirnya generasi yang terbiasa belajar di lingkungan digital.
Guru Kuat, Pendidikan Maju
Peningkatan kompetensi guru di era pendidikan digital menegaskan keseriusan pemerintah dalam membangun pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan perkembangan zaman. Melalui kebijakan yang terencana dan dukungan berkelanjutan, guru dipersiapkan sebagai agen perubahan dalam transformasi pendidikan nasional.
Dengan guru yang semakin kompeten dan adaptif, Program Sekolah Rakyat dan digitalisasi pendidikan memiliki fondasi yang kuat untuk menciptakan sistem pendidikan yang inklusif, modern, dan berdaya saing.

.png)





