
Pemerintah Sebut Lawatan Prabowo ke Paris Merupakan Undangan Kenegaraan
Paris — Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan resmi ke Prancis dalam rangka memenuhi undangan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang sebelumnya sempat tertunda.
Menteri Luar Negeri Sugiono menjelaskan bahwa undangan tersebut sebenarnya telah disampaikan sejak beberapa waktu lalu, namun agenda kunjungan baru dapat direalisasikan setelah penyesuaian jadwal kedua pemimpin negara.
Menurut Sugiono, Presiden Macron kembali menyampaikan undangan secara langsung kepada Prabowo sehingga pemerintah Indonesia memutuskan memenuhi kunjungan kenegaraan tersebut ke Paris.
Lawatan ini disebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Prancis yang terus berkembang dalam berbagai sektor strategis.
Dalam pertemuan bilateral, kedua kepala negara membahas sejumlah isu internasional, termasuk perkembangan geopolitik global, situasi keamanan dunia, kerja sama pertahanan, investasi, pendidikan, dan penguatan hubungan ekonomi antara Indonesia dan Prancis.
Prabowo Salat Idul Adha Bersama WNI dan Diaspora Indonesia
Di sela agenda kunjungan resmi, Presiden Prabowo Subianto juga melaksanakan salat Idul Adha bersama warga negara Indonesia dan diaspora Indonesia di Paris.
Salat Idul Adha dilaksanakan di Wisma Indonesia dan dihadiri masyarakat Indonesia yang tinggal di Prancis. Kehadiran Prabowo mendapat sambutan hangat dari diaspora yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Usai salat, Prabowo menyempatkan diri bersilaturahmi dan berdialog dengan warga Indonesia di Paris. Pemerintah menilai kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan hubungan antara negara dan diaspora Indonesia di luar negeri.
Kunjungan Prabowo ke Prancis juga menjadi perhatian publik karena berlangsung di tengah dinamika geopolitik internasional dan meningkatnya kerja sama Indonesia dengan negara-negara Eropa.
Pengamat hubungan internasional menilai Prancis merupakan salah satu mitra strategis Indonesia, terutama dalam bidang pertahanan, perdagangan, teknologi, dan investasi.
Pemerintah berharap kunjungan tersebut dapat memperkuat diplomasi Indonesia sekaligus membuka peluang kerja sama baru antara Indonesia dan Prancis dalam berbagai sektor strategis ke depan.














