
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa fokus hilirisasi kini diakselerasi secara menyeluruh. Kebijakan ini tidak cuma menyasar sektor tambang mineral dan batu bara, tetapi juga merambah ke sektor minyak dan gas bumi (migas), perkebunan, kelautan, serta perikanan.
Dongkrak Nilai Tambah: Target Devisa Ekspor Menembus US$ 857 Miliar
Pengolahan bahan mentah secara langsung di dalam negeri diyakini menjadi modal utama dalam memperkuat posisi Indonesia di rantai pasok global. Dari total komitmen investasi US$ 618,1 miliar, akumulasi nilai ekspor produk hasil olahan diproyeksikan melonjak hingga US$ 857,6 miliar.
Langkah transformasi ini akan mengubah peta ekspor Indonesia dari barang mentah tanpa nilai tambah menjadi produk manufaktur bernilai tinggi, sehingga cadangan devisa negara makin kokoh.
Serapan Tenaga Kerja Masif di Kawasan Industri Baru
Menjamurnya fasilitas pemurnian (smelter) dan pabrik pengolahan hulu ke hilir diproyeksikan memicu penyerapan tenaga kerja secara masif di berbagai daerah. Peta jalan ini ditargetkan mampu menciptakan 3 juta lapangan kerja baru.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengutarakan komitmen pemerintah mengenai dampak ketenagakerjaan ini secara langsung:
"Pengembangan hilirisasi juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap penciptaan lapangan kerja. Pemerintah menargetkan pengembangan hilirisasi terhadap 28 komoditas tersebut dapat menyerap sekitar 3 juta tenaga kerja," ujar Airlangga.
Poin Kunci Peta Jalan Hilirisasi 28 Komoditas
Suntikan Investasi: Membidik total dana investasi sebesar US$ 618,1 miliar untuk pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian.
Potensi Devisa Ekspor: Menghasilkan nilai ekspor produk olahan hingga US$ 857,6 miliar.
Peluang Kerja: Membuka pintu kesempatan kerja bagi 3 juta orang tenaga kerja di berbagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Cakupan Sektor: Mengolah 28 komoditas unggulan dari sektor minerba, migas, perkebunan, serta kelautan dan perikanan.
Menuju Kemandirian Ekonomi Masa Depan
Melalui kemudahan perizinan, kepastian hukum, dan penyediaan infrastruktur pendukung, pemerintah optimistis kebijakan ini akan menjadi pondasi utama transformasi ekonomi nasional. Hilirisasi 28 komoditas menjadi langkah nyata menjadikan Indonesia sebagai negara berbasis industri pengolahan yang tangguh dan berdaya saing global.
(1).png)













