
JAKARTA — Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah progresif untuk memperkuat tata kelola rantai pasok program Makan Bergizi Gratis (MBG). BGN tengah mematangkan platform marketplace khusus belanja bahan baku yang diproyeksikan mulai aktif digunakan pada akhir September atau awal Oktober 2026.
Kepala BGN Sudaryono menegaskan bahwa integrasi sistem ini dilakukan untuk menjamin keterbukaan data, akuntabilitas harga, serta pengawasan mutu bahan pangan di seluruh unit dapur operasional.
Mengadopsi Pola Skema SIPLah untuk Pencatatan Terpadu
Platform pengadaan digital BGN ini mengadaptasi konsep Sistem Informasi Pengadaan di Sekolah (SIPLah) yang dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Lewat ekosistem digital ini, seluruh aktivitas belanja bahan baku dapat dipantau langsung secara real-time.
Akuntabilitas Transaksi: Rincian volume pembelian, penetapan harga acuan, hingga profil identitas penyedia barang terekam secara permanen di dalam sistem.
Integrasi Perpajakan Otomatis: Sistem pencatatan belanja terhubung langsung dengan aspek administrasi perpajakan negara secara otomatis.
Jaminan Kualitas Komoditas: Pengawasan tersentralisasi meminimalisir risiko keterlambatan pengiriman serta penerimaan bahan baku yang rusak atau tidak sesuai standar gizi.
Mendorong Perputaran Ekonomi Pedagang Lokal
Selain mewujudkan transparansi, BGN merancang platform digital ini sebagai instrumen penggerak perekonomian masyarakat di tingkat daerah. Setiap dapur operasional MBG diwajibkan untuk menyerap pasokan bahan pangan dari pedagang atau produsen lokal di wilayah kabupaten/kota setempat.
Pengadaan bahan baku dari luar wilayah baru diperbolehkan apabila ketersediaan stok komoditas lokal di daerah tersebut terbukti tidak mencukupi kebutuhan operasional dapur.
Penerapan Kualifikasi Verified Seller dan Komoditas Utama
Guna menjamin keamanan mutu pangan dan mencegah praktik culas, BGN memberlakukan mekanisme penjual terverifikasi (verified seller) bagi mitra pedagang yang bertransaksi di platform. Penyedia wajib memenuhi kualifikasi teknis serta terdaftar dalam jalinan asosiasi komoditas resmi.
Fase awal pengoperasian marketplace BGN ini akan memfokuskan belanja pada enam komoditas pangan utama: beras, daging sapi/kerbau, daging ayam, telur, minyak goreng, dan susu.
(1).png)












