Info Lingkungan
3 min read665

BRIN Kembangkan ANG, Teknologi Gas Alam yang Diproyeksikan Jadi Alternatif LPG

JAKARTA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan teknologi Adsorbed Natural Gas (ANG) sebagai salah satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan energi yang selama ini menggunakan LPG. Inovasi tersebut disebut memiliki potensi mengurangi beban subsidi LPG hingga Rp26 triliun.

O

OP Admin

Published in Info Lingkungan

Loading...
BRIN Kembangkan ANG, Teknologi Gas Alam yang Diproyeksikan Jadi Alternatif LPG

Teknologi ANG menjadi salah satu inovasi yang dipaparkan BRIN dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Kepala BRIN Arif Satria bersama para peneliti menyampaikan berbagai hasil riset yang tengah dikembangkan. Salah satu fokusnya adalah teknologi energi yang dapat mendukung pemanfaatan sumber daya domestik.

ANG Manfaatkan Gas Alam

Adsorbed Natural Gas merupakan teknologi yang menggunakan material adsorben untuk menyimpan gas alam.

Berbeda dengan LPG yang disimpan dalam bentuk cair, ANG memanfaatkan gas alam sebagai sumber energi dengan sistem penyimpanan berbasis adsorpsi.

Teknologi ini dikembangkan untuk membuka peluang pemanfaatan gas alam secara lebih luas, termasuk sebagai alternatif bagi penggunaan LPG.

Pengembangan tersebut juga berkaitan dengan upaya mengoptimalkan sumber daya energi yang tersedia di dalam negeri.

Mengapa LPG Perlu Alternatif?

Kebutuhan LPG masyarakat Indonesia cukup besar. Di sisi lain, pasokan domestik belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan nasional sehingga sebagian LPG masih harus dipenuhi melalui impor.

Kondisi tersebut membuat pemerintah perlu mencari pilihan lain untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat.

Pemanfaatan gas alam melalui teknologi ANG dapat menjadi salah satu alternatif. Jika dapat diterapkan secara luas, sebagian kebutuhan yang selama ini menggunakan LPG berpotensi dialihkan ke sumber energi berbasis gas alam.

Potensi Hemat Rp26 Triliun

BRIN menyebut teknologi ANG berpotensi memberikan dampak terhadap anggaran negara.

Penerapan teknologi tersebut diproyeksikan dapat mengurangi beban subsidi LPG hingga Rp26 triliun per tahun.

Potensi penghematan tersebut berkaitan dengan kemungkinan berkurangnya kebutuhan LPG bersubsidi apabila sebagian pengguna beralih menggunakan teknologi berbasis gas alam.

Namun, angka Rp26 triliun tersebut masih berupa potensi. Besarnya penghematan yang benar-benar dapat dicapai akan bergantung pada tingkat penerapan teknologi, kesiapan infrastruktur, harga energi, serta faktor keekonomian lainnya.

Dipaparkan di Hadapan Prabowo

Pengembangan ANG menjadi salah satu inovasi yang disampaikan BRIN kepada Presiden Prabowo Subianto.

Pertemuan tersebut melibatkan sekitar 150 periset BRIN. Para peneliti memaparkan berbagai hasil riset dan teknologi yang dikembangkan untuk menjawab kebutuhan strategis nasional.

Pengembangan teknologi energi menjadi salah satu perhatian karena memiliki hubungan langsung dengan ketahanan energi dan efisiensi anggaran negara.

Ada Sejumlah Tantangan

ANG masih membutuhkan tahapan pengembangan sebelum dapat digunakan secara luas.

Salah satu faktor yang harus diperhatikan adalah keselamatan. Penyimpanan dan penggunaan gas alam membutuhkan perangkat serta material yang memenuhi standar keamanan.

Selain itu, diperlukan infrastruktur yang mendukung distribusi dan pemanfaatan ANG. Teknologi tersebut juga harus memiliki biaya yang kompetitif agar dapat menjadi alternatif yang realistis.

Pengembangan tidak berhenti pada keberhasilan teknologi di laboratorium. Teknologi perlu diuji dalam kondisi nyata sebelum dapat diterapkan dalam skala yang lebih besar.

Dorong Gas Bumi Domestik

Jika ANG dapat dikembangkan secara optimal, teknologi ini berpotensi meningkatkan pemanfaatan gas bumi di dalam negeri.

Indonesia memiliki sumber daya gas alam yang dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan energi. Pemanfaatan sumber daya domestik dapat membantu mengurangi ketergantungan pada energi impor.

Diversifikasi sumber energi juga dapat membuat sistem energi nasional lebih beragam dan tidak terlalu bergantung pada satu jenis bahan bakar.

Peluang bagi Ketahanan Energi

Pengembangan teknologi ANG menjadi salah satu bentuk riset yang diarahkan untuk memberikan solusi terhadap persoalan energi Indonesia.

Potensi pengurangan subsidi hingga Rp26 triliun menjadi salah satu manfaat yang disoroti. Di saat yang sama, pemanfaatan gas alam domestik dapat memberikan peluang untuk mengurangi ketergantungan terhadap LPG.

Meski demikian, teknologi tersebut masih membutuhkan pengujian dan pengembangan lebih lanjut. Aspek keamanan, infrastruktur, efisiensi, dan keekonomian akan menentukan apakah ANG dapat diterapkan secara luas.

Jika seluruh aspek tersebut dapat dipenuhi, ANG berpotensi menjadi salah satu alternatif dalam diversifikasi energi dan penguatan ketahanan energi Indonesia.

Login to react

Comments (0)

Please log in to leave a comment

No comments yet. Be the first to share your thoughts!

Related Articles